Transformasi Objek

Transformasi merupakan proses manipulasi bentuk, sudut, rotasi, skala, ukuran dan kemencengan secara cepat dan tepat. Anda dapat mengikuti langkahnya sebagai berikut:
  • Klik tombol Arrange kemudian pilih menu Transformations pada Menu Bar dan pilih opsi Position (Alt+F7), Rotate (Alt+F8), Scale (Alt+F9), Size (Alt+F10) atau Skew (pilih menurut kebutuhan anda).
  • Atau klik tombol Window pada Menu Bar dan pilih opsi Dockers, pilih opsi Transformations dan pilih opsi Position (Alt+F7), Rotate (Alt+F8), Scale (Alt+F9), Size (Alt+F10) atau Skew (pilih menurut kebutuhan anda).
  • Kemudian kotak dialog Transformations akan tampil di sebelah kanan. 

Pada kotak dialog Transfomation terdapat beberapa elemen diantaranya:
  • Tab Transformation untuk fungsi Position, Rotate, Scale and Mirror, Size serta Skew.
  • Anda dapat memilih opsi untuk  menempatkan obyek pada 9 buah kotak yang telah tersedia.
  • Tombol Apply to Duplicate berfungsi untuk duplikasi objek dan proses transformasi dan tombol Apply berfungsi untuk proses transformasi.

Sample:
  • Buat garis seperti ini.
  • Klik tombol Arrange kemudian pilih menu Transformations pada Menu Bar dan pilih opsi  Rotate (Alt+F8).
  • Pada kotak Angle masukan sudut perputarannya pada 15 drajat, pilih opsi agar perputaran duplikasinya pada posisi center selanjutnya klik tombol Apply to Duplicate.
  • Hasilnya seperti ini.
  • Anda bisa berkreasi dengan menambahkan objek yang lainnya.
Semoga bermanfaat.
Baca lebih lengkap.....

Menempatkan Teks Pada Kurva

Fit Text To Path yaitu suatu efek teks artistik dimana teks yang anda buat dapat ditempatkan pada path kurva. Misalkan jika kurva anda berbentuk bulat, maka teks yang anda buat akan mengikuti bentuk bulat, begitu juga jika kurva yang anda punya berbentuk segitiga maka teks yang anda buatpun akan mengikuti bentuk segitiga.
Untuk lebih jelasnya saya asumsikan dalam cara membuat Negatif Stempel:
  • Buat Elips dengan cara Klik Elipse Tools pada Tool Box (tekan tombol F7).
  • Buat teks dengan mengklik tombol Text Tool (F8) pada Tool Box.
  • Drag teks dan kurva ellips kemudian klik menu Text pada Menu Bar, kemudian pilih opsi Fit text To Path.
  • Atur posisi teks dengan memasukkan angka pada kotak Horizontal Offset, atur pula jarak antara kurva ellips dan teks dengan memasukan angka pada kotak Distance from Path. Tentukan orientasi teksnya  dengan menekan tombol segitiga pada kotak Text Orientation, kemudian pilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan anda. 
  • Buat teks kembali dengan mengklik tombol Text Tool (F8) pada Tool Box.
  • Drag teks yang kedua dengan kurva ellips (tekan & tahan tobol shift, klik teks yang kedua kemudian klik kurva ellips), kemudian klik menu Text pada Menu Bar, kemudian pilih opsi Fit text To Path.
  • Klik tombol Mirror Horizontally, kemudian klik tombol Mirror Vertically pada Standard Bar.
  • Cari kotak merah di ujung teks, kemudian tarik kearah bawah kurva ellips, dan jika muncul satu garis tepat berada di tengah-tengah kurva artinya teks anda berada pada posisi center.
  • Atur kembali posisi teks kedua pada kotak Horizontal Offset, atur jarak antara kurva ellips dan teks pada kotak Distance from Path. Tentukan orientasi teksnya  dengan menekan tombol segitiga pada kotak Text Orientation, kemudian pilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan anda.
  • Untuk mengatur teks anda agar tidak berjauhan, klik tombol Shape Tools pada Tool Box, kemudian tanda panah bergaris ditarik kearah luar (berlaku untuk kedua teks anda).
  • Kemudian buat kembali kurva elips dengan ukuran lebih besar dari kurva ellips pertama dan tempatkan disisi luar objek yang telah anda buat.
  • Atur Outline kedua kurva elips tadi, sesuaikan dengan keinginan anda.
Selamat berkarya.
Baca lebih lengkap.....

Membuat Barcode Wizard

Biasanya pada standar industri memerlukan suatu teknologi otomatis untuk mempermudah melakukan koleksi data secara cepat dan akurat. Barcode adalah salah satu kuncinya dalam membantu dunia industri, retail, pendidikan, perkantoran, manufaktur, pergudangan, perpustakaan, jasa distribusi ataupun riset.
Barcode merupakan simbol yang terdiri dari kumpulan garis dan spasi yang berjajar yang dapat meningkatkan tingkat akurasi, performa, produktivitas, keseragaman pengumpulan data, feedback yang tepat waktu, peningkatan produktivitas dan meningkatkan profit dalam suatu kegiatan bisnis.

Caranya:
  • Klik tombol Application Launcher pada Standar Bar kemudian pilih opsi Corel Barcode Wizard.
  • Pilih & sesuaikan jenis Barcode yang akan digunakan dengan kegiatan bisnis anda, dengan memilih opsi pada kotak dibawah kalimat 'select one of the following industry standard format'.
  • Kemudian entri data anda pada kotak dibawah kalimat 'Enter up to 30 numeric digits, including -,$:/+:'.
  • Entri data-data yang diperlukan kemudian klik tombol next.
  • Sesuaikan jenis Font, Weight dan Alignmentnya, kemudian klik tombol finish.
Keterangan :
  • CodeBar
Umumnya digunakan pada perpustakaan-perpustakaan, bank darah dll. Panjang format variabel dan diisi dengan encoding sebanyak 20 sampai 30 karakter.
  • Code 25
Dikenal juga sebagai Code 2 of 5 cirinya mempunyai dua garis yang tebal dalam keseluruhan lima bar pada setiap karakter yang diencode. Banyak digunakan pada inventarisasi, Identifikasi, tiket pesawat dan penanganan kargo serta bagasi.
  • Code 39

Merupakan format yang sangat populer di dunia non-retail. Kode ini biasanya digunakan pada dunia manufaktur, militer dan peralatan kesehatan. Panjang format adalah 44 karakter, yaitu: 0123456789ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ-.*$/+%. Tanda * digunakan pada awal dan akhir huruf serta tidak digunakan pada badan kode. 
  • Code 128
Mempunyai variabel panjang, tingkat kerapatan yang tinggi serta format alfanumerik.
  • EAN-8
European Article Numbering (EAN) merupakan sistem versi Eropa dari Universal Product Code (UPC). Enkode dari EAN 8 mempunyai 8 digit, terdiri dari 2 digit kode negara, lima data digit dan satu digit untuk cek.Untuk entri, Anda hanya bisa memasukkan tidak kurang dari 7 digit. Digit selanjutnya merupakan digit cek dan akan otomatis terbentuk. 
  • EAN-13
Merupakan versi Eropa dari UPC (A), enkode digit ke 13 pada pola paritas dari 6 digit simbol IPC (A). Digit ke 13 ini dikombinasikan dengan digit ke 12 untuk mewakili kode negara.
  • FIM
Facing Identification Mark (FIM) merupakan pola dari postal bar code yang biasa digunakan untuk mengotomatisasi proses pengiriman surat di U.S. Postal Service. FIM ini digunakan untuk surat tanpa perangko seperti busines reply mail, penalty mail.
Terdapat FIM A, FIM B& FIM C. FIM A digunakan untuk reply mail, FIM B digunakan untuk busines reply, penalty dan pengiriman bebas pada kantor pemerintahan, dan dicetak bersama dengan barcode postnet, FIM C digunakan pada business reply, penalty dan surat pengiriman bebas pada kantor pemerintahantetapi tidak dicetak bersama barcode posnet.
  • ISBN
Biasanya dicetak pada berbagai buku. Angka ISBN mempunyai struktur 3 digit awal adalah kode negara dan digit terakhir merupakan digit cek.
  • ISSN
Biasanya dicetak pada majalah atau koran. Kode 3 digit awal adalah kode negara dan 2 digit tambahan kode (contoh Januari: 01, Februari: 02).
  • ITF
Garis dan spasi tidak beraturan, posisi digit ganjil di encode sebagai garis, dan posisi digit genap di encode sebagai spasi. Banyak digunakan pada industri shipping dan pergudangan.
  • ITF 14

13 digit awal dimasukkan melalui wizard barcode dan 5 digit secara oiptional dimasukkan sebagai tambahan pada barcode.
  • JAN-8
Kode yang biasanya digunakan di negara Jepang yang sama dengan EAN-8.
  • JAN-13
Kode yang biasanya digunakan di negara Jepang yang sama dengan EAN-13.
  • MSI/Plessey
Biasanya digunakan untuk pelabelan penyusunan rak.
  • Pharmacode  
Digunakan sebagai kontrol keamanan secara online pada proses paket di industri farmasi.
  • Postnet
 Kode yang digunakan untuk kode pos di U.S Mail.
  • UPC (A)

Uniform Product Code (UPC) biasa digunakan pada aplikasi retail. Mempunyai format 12 digit, 11 digit data dan 1 digit cek. Digit awal merupakan pengidentifikasian produk, 5 digit selanjutnya merupakan kode pabrik dan 4 digit selanjutnya merupakan identifikasi produk yang lebis spesifik.
  • UPC (E)

Sama seperti UPC (A), digunakan pada aplikasi retail, dan dikenal juga dengan 'zero-suppressed'. terdiri dari digit nomor sistem, trailing digit pada kode industri dan angka nol sebagai identifikasi produk.
Untuk lebih jelas dan lebih lengkapnya baca disini.
Semoga bermanfaat.
Baca lebih lengkap.....

Membuat Efek Bayangan

Apa pendapat anda jika melihat efek bayangan suatu image yang seolah-olah berdiri diatas kaca, yang biasanya ditemukan pada Web atau Blog? tentunya terpikir bahwa image tersebut adalah nyata.
Cara mudah untuk membuatnya:
  • Import image yang berformat png atau gif yang anda perlukan, dengan cara klik File pada Menu Bar selanjutnya pilih opsi Import atau tekan tombol Ctrl+I.
  • Buat duplikasi image dengan menekan tombol Edit pada Menu Bar dan pilih Opsi Copy selanjutnya pilih Opsi Paste, atau tekan Ctrl+C selanjutnya tekan tombol Ctr+V.
  • Tarik duplikasi image tersebut ke arah luar.
  • Klik tombol Mirror pada Property Bar dan atur posisi duplikasi image tersebut agar tidak terlalu jauh dari image aslinya.
  • Klik tombol Interactive Transparency Tool pada Tool Box.
  • Pilih opsi Linear dalam kotak Transparency Type pada Property Bar.
  • Tarik kotak hitam dan putih kearah berlawanan dan atur garis serta transparansinya.
 
  • Jika anda ingin menambahkan kalimat caranya sama seperti penjelasan diatas dan hasilnya seperti ini.

Selamat mencoba.
Baca lebih lengkap.....
 

Followers

Clients Advertising

mrbullirus Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Blogger Template Gallery