Biasanya pada standar industri memerlukan suatu teknologi otomatis untuk mempermudah melakukan koleksi data secara cepat dan akurat. Barcode adalah salah satu kuncinya dalam membantu dunia industri, retail, pendidikan, perkantoran, manufaktur, pergudangan, perpustakaan, jasa distribusi ataupun riset.
Barcode merupakan simbol yang terdiri dari kumpulan garis dan spasi yang berjajar yang dapat meningkatkan tingkat akurasi, performa, produktivitas, keseragaman pengumpulan data, feedback yang tepat waktu, peningkatan produktivitas dan meningkatkan profit dalam suatu kegiatan bisnis.
Caranya:
- Klik tombol Application Launcher pada Standar Bar kemudian pilih opsi Corel Barcode Wizard.
- Pilih & sesuaikan jenis Barcode yang akan digunakan dengan kegiatan bisnis anda, dengan memilih opsi pada kotak dibawah kalimat 'select one of the following industry standard format'.
- Kemudian entri data anda pada kotak dibawah kalimat 'Enter up to 30 numeric digits, including -,$:/+:'.
- Entri data-data yang diperlukan kemudian klik tombol next.
- Sesuaikan jenis Font, Weight dan Alignmentnya, kemudian klik tombol finish.
Keterangan :
Umumnya digunakan pada perpustakaan-perpustakaan, bank darah dll. Panjang format variabel dan diisi dengan encoding sebanyak 20 sampai 30 karakter.
Dikenal juga sebagai Code 2 of 5 cirinya mempunyai dua garis yang tebal dalam keseluruhan lima bar pada setiap karakter yang diencode. Banyak digunakan pada inventarisasi, Identifikasi, tiket pesawat dan penanganan kargo serta bagasi.
Merupakan format yang sangat populer di dunia non-retail. Kode ini biasanya digunakan pada dunia manufaktur, militer dan peralatan kesehatan. Panjang format adalah 44 karakter, yaitu: 0123456789ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ-.*$/+%. Tanda * digunakan pada awal dan akhir huruf serta tidak digunakan pada badan kode.
Mempunyai variabel panjang, tingkat kerapatan yang tinggi serta format alfanumerik.
European Article Numbering (EAN) merupakan sistem versi Eropa dari Universal Product Code (UPC). Enkode dari EAN 8 mempunyai 8 digit, terdiri dari 2 digit kode negara, lima data digit dan satu digit untuk cek.Untuk entri, Anda hanya bisa memasukkan tidak kurang dari 7 digit. Digit selanjutnya merupakan digit cek dan akan otomatis terbentuk.
Merupakan versi Eropa dari UPC (A), enkode digit ke 13 pada pola paritas dari 6 digit simbol IPC (A). Digit ke 13 ini dikombinasikan dengan digit ke 12 untuk mewakili kode negara.
Facing Identification Mark (FIM) merupakan pola dari postal bar code yang biasa digunakan untuk mengotomatisasi proses pengiriman surat di U.S. Postal Service. FIM ini digunakan untuk surat tanpa perangko seperti busines reply mail, penalty mail.
Terdapat FIM A, FIM B& FIM C. FIM A digunakan untuk reply mail, FIM B digunakan untuk busines reply, penalty dan pengiriman bebas pada kantor pemerintahan, dan dicetak bersama dengan barcode postnet, FIM C digunakan pada business reply, penalty dan surat pengiriman bebas pada kantor pemerintahantetapi tidak dicetak bersama barcode posnet.
Biasanya dicetak pada berbagai buku. Angka ISBN mempunyai struktur 3 digit awal adalah kode negara dan digit terakhir merupakan digit cek.
Biasanya dicetak pada majalah atau koran. Kode 3 digit awal adalah kode negara dan 2 digit tambahan kode (contoh Januari: 01, Februari: 02).
Garis dan spasi tidak beraturan, posisi digit ganjil di encode sebagai garis, dan posisi digit genap di encode sebagai spasi. Banyak digunakan pada industri shipping dan pergudangan.
13 digit awal dimasukkan melalui wizard barcode dan 5 digit secara oiptional dimasukkan sebagai tambahan pada barcode.
Kode yang biasanya digunakan di negara Jepang yang sama dengan EAN-8.
Kode yang biasanya digunakan di negara Jepang yang sama dengan EAN-13.
Biasanya digunakan untuk pelabelan penyusunan rak.
Digunakan sebagai kontrol keamanan secara online pada proses paket di industri farmasi.
Kode yang digunakan untuk kode pos di U.S Mail.
Uniform Product Code (UPC) biasa digunakan pada aplikasi retail. Mempunyai format 12 digit, 11 digit data dan 1 digit cek. Digit awal merupakan pengidentifikasian produk, 5 digit selanjutnya merupakan kode pabrik dan 4 digit selanjutnya merupakan identifikasi produk yang lebis spesifik.
Sama seperti UPC (A), digunakan pada aplikasi retail, dan dikenal juga dengan 'zero-suppressed'. terdiri dari digit nomor sistem, trailing digit pada kode industri dan angka nol sebagai identifikasi produk.
Untuk lebih jelas dan lebih lengkapnya baca disini.
Semoga bermanfaat.